Review Film Coco

Hey guys! It’s writing time again!

Screenshot_2018-02-02-11-07-44

Kali ini aku akan mereview film animasi 3D besutan pixar yang berjudul Coco. Jadi film berlatar belakang Mexico ini mengisahkan seorang anak laki-laki bernama Miguel yang suka banget dengan musik namun keluarganya melarangnya untuk bersentuhan dengan apapun yang berbau musik. Pada awal scene-nya penonton digiring untuk meninkmati indahnya keluarga kecil yang selalu bahagia dengan nyanyian disetiap saat tanpa ada beban. Kemudian kehidupan keluarga tersebut berubah 180 derajat ketika sang suami tak kembali setelah pergi untuk mengadu nasib menjadi pemusik di kota. Sang istri pun menjadi benci dengan apapun yang berhubungan dengan musik. Ia memutuskan untuk melanjukan hidupnya beserta anak perempuannya yang masih balita dengan menjadi pengrajin sepatu. Profesi beserta kebencian terhadap musik tersebut diturunkan kepada anak cucunya.

Miguel merupakan salah keturunan dari pengrajin sepatu tersebut yang akan dilatih untuk menjadi pengrajin sepatu. Namun, ia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang artis dan diam-diam mengidolakan Ernesto de la Cruz, musisi legendaris yang pernah hidup dan jaya di negerinya. Tetapi, hobby dan cita-citanya ditentang mentah-mentah oleh keluarga besarnya dikarenakan insiden yang pernah dialami oleh moyang mereka dulu. Hingga ia terjebak dalam dunia orang sudah meninggal dan bertemi dengan seluruh keluarganya yang telah meninggal, bahkan de la Cruz, idolanya. Film ini memberikan pelajaran bagi kita semua, tidak hanya anak-anak, namun juga untuk para orang tua bahwa betapa pentingnya arti sebuah keluarga dalam hidup ini dengan balutan cerita yang tidak dapat ditebak alurnya dan berhasil membawa penontonnya pada berbagai suasana dengan epic. Namun, menurutku yang mengganjal dari film ini adalah pada scene saat Miguel dan Mama Coco menyatukan foto keluarga kecil leluhur Miguel yang sempat disobek pada bagian kepala sang suami oleh ibu Mama Coco terlalu dipaksa. Pada bagian tubuh sang suami terlihat sangat berisi, namun pada baggian kepalanya menunjukkan kondisi seorang yang kurus sehingga bentuk tubuh saat foto tersebut disatukan terlihat tidak proporsional. Namun, over all film ini sangat bagus dan mengedukasi sekali untuk para orang dewasa.

Advertisements